Ucapan Selamat hari Raya Galungan dan Kuningan 2025, Makna Dan Runtunan Hari Raya.
Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan salah satu perayaan suci terbesar bagi umat Hindu di Bali. Perayaan ini menjadi simbol kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan), sekaligus momen untuk menyucikan diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Pada tahun 2025, Hari Raya Galungan jatuh pada 19 November, diikuti Kuningan pada 29 November 2025.
Makna Hari Raya Galungan
Hari Raya Galungan adalah salah satu perayaan paling penting bagi umat Hindu di Bali. Perayaan ini bukan sekadar tradisi, melainkan simbol kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (kejahatan). Galungan mengingatkan kita untuk senantiasa menegakkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, menjaga hati, pikiran, dan tindakan tetap murni.
Pada hari Galungan, umat Hindu percaya bahwa leluhur turun ke dunia untuk melihat keturunan mereka dan memberikan restu. Karena itu, rumah, pura, dan lingkungan disiapkan dengan penuh ketulusan, dihias dengan penjor, dan dipenuhi banten sebagai bentuk persembahan. Penjor melambangkan kemakmuran dan rasa syukur, sementara banten menunjukkan rasa hormat kepada Tuhan dan leluhur.
Selain itu, tradisi ngelawang juga dilakukan untuk menjaga lingkungan dari energi negatif, sekaligus menyebarkan semangat kebaikan. Sembahyang Galungan menjadi puncak dari seluruh rangkaian persiapan, sebagai wujud bhakti dan permohonan agar hidup senantiasa berada di jalan Dharma.
Galungan bukan hanya soal ritual lahiriah, tetapi juga perjalanan batin. Momen ini mengajak kita untuk merenung, menata kembali hati, dan memperkuat ikatan dengan keluarga serta komunitas. Hari kemenangan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara dunia lahir dan batin.
Secara filosofis, Galungan mengajarkan bahwa kebaikan akan selalu menang jika kita konsisten memilih jalan yang benar. Dengan menekankan rasa syukur, kesucian, dan harmoni, Galungan menjadi pengingat bahwa kehidupan lebih indah ketika kita menanam benih kebaikan dalam setiap tindakan.
Pada tahun 2025, Hari Raya Galungan jatuh pada 19 November, menjadi momen bagi umat Hindu Bali untuk kembali menyambut cahaya Dharma dalam hidup mereka.
Simbol Pelaksanaan Hari Raya Galungan:
Penjor sebagai lambang kemakmuran dan rasa syukur
Banten sebagai bentuk persembahan
Ngelawang sebagai upaya mengusir energi negatif
Sembahyang Galungan sebagai wujud bhakti kepada Tuhan
Galungan juga menjadi momentum memperkuat keseimbangan hidup, baik lahir maupun batin.
Makna Hari Raya Kuningan
Hari Raya Kuningan dirayakan 10 hari setelah Galungan, dan memiliki makna sebagai puncak penyucian spiritual. Pada hari ini, dipercaya para leluhur kembali ke alamnya. Umat memberikan persembahan penuh ketulusan sebagai ungkapan syukur atas berkah kehidupan.
Ciri khas Kuningan adalah adanya:
Tamiang sebagai simbol perlindungan
Endongan sebagai lambang bekal perjalanan
Kolek-kolek kuning yang melambangkan kesucian
Sesajen kuningan yang menggunakan bahan berwarna kuning (bija kuning), simbol kemurnian
Kuningan merupakan waktu untuk merenungkan kembali perjalanan hidup, memperkuat rasa syukur, dan memohon keberkahan agar tetap berada pada jalan Dharma.
????️ Runtunan Hari Raya Galungan & Kuningan
Berikut rangkaian lengkap hari-hari penting dalam siklus Galungan dan Kuningan:
1. Sugihan Jawa – 6 hari sebelum Galungan
Membersihkan alam sekala (dunia nyata), lingkungan, dan sarana upacara.
2. Sugihan Bali – 5 hari sebelum Galungan
Membersihkan diri secara niskala (spiritual) melalui sembahyang dan introspeksi.
3. Penyekeban – 3 hari sebelum Galungan
Menyimpan dan mematangkan buah-buahan untuk bahan persembahan.
4. Penyajahan – 2 hari sebelum Galungan
Mulai mempersiapkan banten dan berbagai perlengkapan upacara.
5. Penampahan Galungan – 1 hari sebelum Galungan
Menjelang Galungan, dilakukan pembersihan, pembuatan lawar, hingga penyembelihan hewan kurban untuk upacara.
6. Galungan – Hari Raya Utama
Hari kemenangan Dharma, sembahyang di rumah, merajan, dan pura.
7. Manis Galungan – 1 hari setelah Galungan
Hari untuk saling mengunjungi keluarga dan menjaga keharmonisan.
8. Pamelastali / Pamacekan
Hari-hari lanjutan menuju Kuningan, untuk memantapkan kesucian diri.
9. Kuningan – Puncak Penutup Galungan
Persembahan untuk memuliakan leluhur dan memohon keberkahan perjalanan hidup.